Petra Diamonds Ltd., perusahaan tambang berlian terkemuka, baru-baru ini mengumumkan bahwa CEO Petra Diamonds mereka. Richard Duffy, mengundurkan diri di tengah tantangan besar yang dihadapi perusahaan. Termasuk penurunan penjualan yang signifikan dan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK).
Pada hari Senin, Petra mengungkapkan bahwa penjualan mereka mengalami penurunan tajam. Sebesar 30% pada paruh pertama tahun fiskal 2025, yang dimulai pada 1 Juli 2024. Keputusan Duffy untuk mundur datang pada saat yang sama ketika perusahaan melaporkan hasil kinerja yang kurang menggembirakan.
Pemimpin Baru, Tantangan Baru
Richard Duffy, yang telah menjabat sebagai CEO Petra Diamonds sejak 2019, akan digantikan oleh Vivek Gadodia sebagai CEO sementara. Gadodia, yang bergabung dengan Petra pada 2021 dan sebelumnya menjabat sebagai chief restructuring officer, kini akan memimpin perusahaan. Gadodia membawa pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang teknik, manajemen proyek, serta korporat dari perusahaan energi Sasol.
Selain itu, Juan Kemp, yang memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di industri pertambangan, akan mengawasi operasional Petra. Sebelum bergabung dengan Petra pada 2009, Kemp berkarir di De Beers dan Anglo Gold. Membawa wawasan mendalam tentang sektor pertambangan yang akan sangat berharga bagi perusahaan.
José Manuel Vargas, Ketua Dewan Direksi Petra, mengungkapkan rasa terima kasih kepada Richard Duffy atas dedikasinya. Mengharapkan yang terbaik bagi masa depan mantan CEO tersebut. Dewan Direksi Petra kini berharap dapat bekerja sama dengan Gadodia dan Kemp untuk memulihkan kondisi perusahaan, dengan fokus pada restrukturisasi dan pembiayaan ulang utang.
Menanggapi Penurunan Pasar Berlian dan PHK
Pengunduran diri Duffy datang pada saat yang penuh tantangan bagi Petra. Perusahaan mengakui bahwa mereka tengah menghadapi “periode pelemahan yang berkepanjangan” di pasar berlian global. Hal ini diperparah dengan keputusan Petra untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 200 pekerja, yang mendapat kritik keras dari Serikat Pekerja Tambang Nasional (NUM) Afrika Selatan.
NUM menilai langkah PHK tersebut sebagai tindakan yang “tidak dapat diterima” dan mengungkapkan kekhawatiran mengenai penggantian pekerja tetap dengan pekerja kontrak, yang dianggap sebagai praktik kapitalis yang merugikan.
Kinerja Keuangan yang Tertekan
Hasil kinerja Petra untuk semester pertama tahun fiskal 2025 menunjukkan dampak besar dari penurunan pasar berlian. Perusahaan hanya berhasil menjual 1,1 juta karat berlian, turun 28% dibandingkan dengan 1,5 juta karat pada periode yang sama tahun sebelumnya. Harga jual rata-rata per karat juga turun sedikit, menjadi $103 dari sebelumnya $106.
Pendapatan Petra turun 30% dibandingkan tahun lalu, menjadi $115 juta, dari sebelumnya $164 juta pada periode yang sama. Perusahaan mencatatkan kerugian bersih sebesar $69 juta setelah pajak, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kerugian $11 juta yang tercatat pada tahun sebelumnya.
Strategi Restrukturisasi dan Penjualan Aset
Dalam menghadapi tantangan ini, Petra telah mengambil langkah-langkah penting, termasuk menjual beberapa aset untuk memperkuat posisi keuangan mereka. Pada Oktober 2024, Petra menyelesaikan penjualan tambang Koffiefontein kepada Stargems Group, menghemat biaya penutupan sebesar $23 juta. Pada Januari 2025, Petra juga menyetujui penjualan saham mereka di tambang berlian Williamson di Tanzania, yang dikenal dengan berlian merah mudanya, kepada Pink Diamonds Investment Ltd. dengan nilai transaksi hingga $16 juta.
Langkah-langkah tersebut, bersama dengan rencana restrukturisasi yang sedang berlangsung, diharapkan dapat menjadikan Petra perusahaan yang lebih tangguh dan fokus, siap untuk menghadapi ketidakpastian pasar dan memanfaatkan potensi pemulihan harga di masa depan.
Mencari Jalan Menuju Pemulihan
Meskipun Petra menghadapi banyak tantangan, mereka berkomitmen untuk mengatasi masa sulit ini dengan strategi yang terarah. Dengan perubahan kepemimpinan dan langkah-langkah strategis yang sudah diterapkan, Petra berharap dapat kembali menemukan pijakan di pasar berlian yang sedang mengalami penurunan harga. Diharapkan bahwa keputusan-keputusan ini akan membantu perusahaan bertahan dan berkembang dalam jangka panjang, menjadikan Petra lebih siap menghadapi tantangan industri pertambangan global yang semakin kompetitif.
Leave a reply