Setelah hampir lima tahun memimpin, Celine Assimon mengumumkan pengunduran dirinya sebagai CEO De Beers Jewellers pada akhir Februari ini. Keputusan ini membuat banyak orang bertanya-tanya tentang langkah selanjutnya bagi perhiasan berlian mewah. Yang memiliki hampir 40 toko di seluruh dunia.
Menurut laporan WWD yang dirilis pada hari Jumat. Assimon akan meninggalkan posisi puncaknya di perusahaan berlian ternama itu untuk mengejar peluang karier baru. De Beers Group mengonfirmasi kabar tersebut kepada National Jeweler pada hari Senin. Meski belum menjelaskan lebih rinci mengenai rencana Assimon ke depan.
Assimon memulai perannya sebagai CEO De Beers Jewellers pada September 2020, dan sejak saat itu. Dia memainkan peran krusial dalam memperkenalkan perubahan besar dalam merek ini. Selama masa kepemimpinannya, Assimon berhasil mengubah De Beers Jewellers menjadi merek mewah yang lebih berfokus pada desain. Melalui peluncuran koleksi kreatif dan perluasan portofolio produk.
Tidak hanya itu, Assimon juga memimpin Forevermark dari 2021 hingga 2024. Sebelum akhirnya De Beers memutuskan untuk menarik Forevermark. Keluar dari pasar AS dan mengarahkan merek tersebut ke pasar India yang lebih menjanjikan.
“Celine telah berhasil membentuk ulang De Beers Jewellers sebagai merek perhiasan premium dengan fokus pada desain,” ujar juru bicara De Beers. “Dia juga memainkan peran penting dalam memperluas jaringan global kami, dengan rencana pembukaan toko utama di Rue de la Paix, Paris, yang akan menjadi tonggak penting bagi kami.”
Namun, kepergian Assimon datang di tengah situasi yang penuh tantangan bagi De Beers. Saat ini, perusahaan berlian itu tengah menghadapi penurunan penjualan berlian alam dan mengalami perubahan besar setelah pengumuman demerger atau divestasi oleh perusahaan induknya, Anglo American.
Anglo American, yang memiliki De Beers, baru-baru ini mengungkapkan niat untuk menjual bagian dari bisnis berlian mereka sebagai bagian dari upaya mereka untuk lebih fokus pada solusi energi “hijau.” Di sisi lain, mereka juga memutuskan untuk menurunkan proyeksi produksi De Beers hingga sepertiganya pada tahun 2025. Keputusan ini diambil setelah perusahaan merasakan dampak dari penurunan nilai bisnis berlian mereka, yang mencapai $1,6 miliar pada Februari 2024.
Kini, De Beers tengah mencari pengganti Assimon. Dengan perubahan yang begitu besar dalam industri berlian dan masa depan De Beers yang penuh ketidakpastian, tantangan berat menanti siapa pun yang akan mengambil alih kursi kepemimpinan ini.
Sementara itu, seluruh perhatian tertuju pada langkah-langkah strategis yang akan diambil oleh De Beers untuk menghadapi era baru ini. Dengan peluncuran toko baru di Paris yang sudah dijadwalkan dan upaya besar untuk menanggapi dinamika pasar berlian global, dunia akan terus memantau bagaimana perusahaan ini beradaptasi dalam menghadapi perubahan yang tak terelakkan.
Batu hijau, dengan warna yang menawan dan keindahan alami, sering kali menjadi pilihan utama dalam…
Berlian adalah simbol keindahan dan kemewahan. Tapi, apakah semua yang kita dengar tentang berlian itu…
Temukan tips dan trik memilih berlian yang tepat untuk investasi yang cerdas. Pelajari tentang 4C…
De Beers bersama pemerintah Botswana baru saja meresmikan kesepakatan baru
Fink's Jewelers Baru saja meraih Penghargaan Emmy Regional
Berlian Diavik Turun Drastis 17% di tahun 2024