De Beers dan pemerintah Botswana baru saja meresmikan kesepakatan baru yang akan mengubah masa depan industri berlian global. Setelah hampir dua tahun proses negosiasi, mereka menandatangani perjanjian penjualan berlian baru yang berdurasi 10 tahun. Dengan kemungkinan perpanjangan selama 5 tahun, dan juga perpanjangan 25 tahun untuk lisensi pertambangan Debswana. Perusahaan patungan antara De Beers dan Botswana.
De Beers Membuat Sebuah Langkah Baru untuk Industri Berlian Botswana
Penandatanganan resmi dilakukan pada hari Selasa di Gaborone. Ibukota Botswana yang menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi negara ini di pasar berlian global. Menteri Mineral dan Energi Botswana, Bogolo Joy Kenewendo, mengungkapkan kebanggaannya atas perjanjian ini. Yang dianggapnya sebagai langkah maju untuk industri berlian Botswana yang berkelanjutan dan mampu mendatangkan stabilitas.
“Kami bangga mengumumkan perjanjian ini, yang akan mendukung pembangunan ekonomi Botswana dan memperkuat kembali kepercayaan pasar terhadap industri berlian kami,” ujar Kenewendo.
Pembagian Produksi yang Lebih Menguntungkan
Dalam kesepakatan baru ini, ada perubahan signifikan dalam pembagian produksi berlian. Selama lima tahun pertama. Okavango Diamond Company (ODC) yang dikelola pemerintah Botswana akan menjual 30 persen dari produksi berlian Debswana. Sementara De Beers akan memasarkan 70 persen. Namun, dalam lima tahun berikutnya, porsi ODC akan meningkat menjadi 40 persen, sementara De Beers akan menjual 60 persen. Jika kesepakatan diperpanjang lima tahun lagi, pembagian produksi akan menjadi 50-50.
Seorang juru bicara De Beers optimistis bahwa Botswana. Akan memenuhi kriteria untuk perpanjangan perjanjian ini, yang akan memperluas peran negara tersebut dalam industri berlian global.
Investasi De Beers untuk Masa Depan Berkelanjutan
Tak hanya soal pembagian hasil. Perjanjian ini juga mencakup perpanjangan lisensi pertambangan Debswana yang akan dimulai pada Agustus 2029 hingga Juli 2054. Lisensi ini mencakup tiga tambang berlian aktif: Jwaneng, Orapa, dan Letlhakane, dengan tambang Damtshaa dalam tahap pemeliharaan.
Khususnya untuk Jwaneng, tambang berlian terkaya di dunia. Akan dilakukan pengembangan tambang bawah tanah yang diperkirakan akan memperpanjang umur tambang hingga 2050. Jauh melewati usia tambang yang sebelumnya diperkirakan akan habis pada 2036.
Selain itu, kesepakatan ini juga melibatkan pembentukan Diamonds for Development Fund, yang bertujuan untuk mendiversifikasi ekonomi Botswana. Beers telah berkomitmen untuk menginvestasikan $75 juta di awal, dengan kontribusi lebih lanjut dari Debswana di tahun-tahun berikutnya. Dana ini akan digunakan untuk berbagai inisiatif, termasuk pembangunan pabrik perhiasan berlian. Laboratorium penilaian berlian, serta lembaga pelatihan kejuruan berlian di Botswana.
Menanggapi Tantangan Pasar Berlian Global
De Beers dan Botswana juga akan bekerja sama dalam pemasaran berlian alami. Mengingat penurunan permintaan berlian di Tiongkok dan persaingan dari berlian buatan laboratorium, kedua pihak berharap dapat meningkatkan permintaan berlian alami melalui upaya pemasaran yang lebih kuat.
Kemitraan De Beers yang Semakin Kuat
CEO De Beers, Al Cook, mengungkapkan bahwa kesepakatan ini adalah bukti kemitraan publik-swasta terbesar di dunia yang kini semakin diperluas dan diperdalam. “Kemitraan ini adalah kehormatan bagi kami, dan kami sangat bangga dapat terus berkontribusi pada sumber daya berlian terbesar di dunia dalam beberapa dekade mendatang.”
Dengan kesepakatan ini, De Beers dan Botswana siap menghadapi tantangan baru dan membawa industri berlian ke era yang lebih berkelanjutan dan lebih inklusif, yang akan menguntungkan kedua belah pihak serta masyarakat Botswana.
Leave a reply